Sejarah
Sejarah lahirnya alat musik dambus di Bangka Belitung .
Sejarah Lahirnya Dambus di Bangka Belitung
1. Asal-usul dan Perkembangan Awal
Dambus adalah salah satu alat musik tradisional khas Bangka Belitung yang bentuknya menyerupai gitar atau gambus Arab, tetapi dengan ciri khas lokal.
Alat musik ini diperkirakan lahir sejak abad ke-18 hingga awal abad ke-19, seiring masuknya pengaruh budaya Melayu, Arab, dan Islam ke wilayah Bangka Belitung.
Kata dambus diyakini berasal dari kata gambus (alat musik petik Arab), kemudian mengalami penyesuaian bahasa dan bentuk sesuai budaya masyarakat lokal.
2. Proses Penyebaran
Pada masa itu, Bangka Belitung menjadi pusat pertemuan berbagai bangsa (Arab, Melayu, Tionghoa, dan Belanda) karena perdagangan timah.
Para pedagang Arab yang singgah memperkenalkan gambus, lalu masyarakat Bangka Belitung memodifikasi bentuknya sehingga lahirlah dambus.
3. Ciri Khas Dambus
Dambus terbuat dari kayu nangka atau kayu cempedak, dengan bagian badan berbentuk kepala rusa atau burung yang menjadi simbol kekuatan dan keindahan.
Senarnya dahulu dibuat dari urat hewan atau serat alami, sekarang diganti dengan senar gitar.
Dambus biasanya dimainkan bersama gendang, rebana, dan alat musik tradisional lain, membentuk sebuah orkes dambus.
4. Fungsi Sosial dan Budaya
Awalnya, dambus dimainkan sebagai hiburan rakyat dalam acara panen, pesta pernikahan, dan syukuran.
Lagu-lagu dambus biasanya berisi pantun Melayu yang penuh nasihat, humor, serta kritik sosial.
Selain hiburan, dambus juga berfungsi sebagai media dakwah Islam, karena liriknya sering memuat pesan moral.
5. Masa Kolonial hingga Kemerdekaan
Pada masa penjajahan Belanda, orkes dambus tetap hidup di tengah masyarakat Bangka Belitung meski tidak begitu populer di luar daerah.
Setelah Indonesia merdeka, dambus menjadi salah satu simbol identitas budaya Bangka Belitung, dan mulai dilestarikan lewat sanggar seni dan festival.
6. Perkembangan Masa Kini
Saat ini, dambus sering dipentaskan dalam festival budaya, acara adat, hingga perayaan daerah di Bangka Belitung.
Pemerintah daerah dan komunitas seni melestarikannya dengan mengadakan Festival Dambus, lomba musik dambus, dan memasukkan pembelajaran dambus dalam kegiatan seni sekolah.
Bahkan, beberapa musisi modern mencoba menggabungkan dambus dengan musik pop dan dangdut untuk menarik generasi muda.
Kesimpulan
Sejarah lahirnya dambus di Bangka Belitung berawal dari pengaruh alat musik gambus Arab yang diadaptasi oleh masyarakat lokal. Dambus bukan hanya alat musik, tetapi juga warisan budaya Melayu Bangka Belitung yang sarat dengan nilai hiburan, kebersamaan, dan pesan moral. Hingga kini, dambus tetap dijaga sebagai identitas kultural masyarakat Bangka Belitung.
Komentar
Posting Komentar